Amnesia karena Cinta

Setiap orang di sekolah mengenalnya. Muti, nama panggilannya. Namanya yang menggambarkan betapa imutnya dia. Tapi yang akhir-akhir ini ada yang salah dengannya. Mungkin masalah cinta.

Tiga bulan yang lalu, dia merasakan tubuhnya melayang terbang. Cowok sekeren dan seterkenal Rino, menyatakan cinta kepadanya. Rino adalah senior Muti.

Rino memberikan waktu tiga hari untuk menjawab rasa cinta itu. Dan kata-kata Rino yang membuat Muti tidak bisa tidur adalah “Muti, bolehkah aku menyayangimu? Kalau tidak boleh, aku saja yang membolehkanmu untuk menyayangiku.”

Tiga hari telah berlalu. “Muti, bagaimana keputusanmu? Apakah aku boleh menyayangimu?” tanya Rino di koridor sekolah yang masih sepi.
“Gimana ya kak, aku bingung kak,”
“Loh jangan bingung, pertanyaanku loh sederhana.”
“Iya kak, kakak boleh menyayangiku. Dan izinkan aku menyayangimu, kakak sayang.”

Mereka berpegangan tangan di koridor. Menyatakan rasa cinta yang sudah berjalan lama. Dan setelah bel berbunyi, mereka masuk ke kelas masing-masing.

“Hei bro, aku udah jadian sama Muti, hebat kan gue?!” ucap Rino menepuk bahu Andi, teman sekelasnya
“Waduh, ok lah. Aku akan nepatin perjanjian gue ke lo!”

***

Dua bulan berlalu. Rino dan Muti, masih seperti semula, meraka masih saling cinta. Tapi ada yang aneh akhir-akhir ini tentang perilaku Rino, atau mungkin hanya Muti yang merasakan itu.
Malam minggu, Muti mendapat pesan dari Rino. Rino mengajaknya nyoklat di Cafe. Muti langsung berangkat ke Cafe itu. Tapi aneh, Rino tak menjemputnya.

“Hei bro, mana motor Ninja yang lo janjikan ke gue! Udah dua minggu woy!” ucap seorang cowok dengan nadi tinggi.
“Nih kontaknya! Ambil motor gue, Gue masih punya stok banyak di rumah!”

Muti, yang mendengar percakapan itu mematung dan membeku. Rino, cowok yang dia sayangi sejak dua bulan yang lalu mengkhianantinya. Dia cuma memanfaatkan Muti, demi memenangkan taruhan dengan Andi untuk mendapatkan cintanya.

Muti segera berlari dari tempat itu, walaupun darahnya sebenarnya sudah terasa membeku. Rino, yang melihat Muti langsung kaget. Mengapa Muti bisa datang ke sini.

“Hei kalian, siapa yang kasih tahu kalau gue ada di sini?”
“Ah kenapa? Gak terima? Gue yang nyuruh!”
“Gile lo, gue nih sekarang udah beneran cinta sama Muti. Bukan hanya karena taruhan!”
“Bodoamat! Gue gak peduli!”

Rino mengejar Muti. Muti berlari sambil mencari angkutan umum. Gubrak. Langkahnya terhenti ketika dia ditabrak mobil dari arah samping.

Muti dilarikan ke UGD. Kepalanya terbentur keras tadi. Sementara itu, orang tuanya ada di luar negeri. Hanya pembantu dan sopirnya yang menunggu di ruang tunggu di rumah sakit.

“Maaf apa Anda orang tua dari Muti?” tanya dokter yang memakai pakaian dinas lengkap.
“Oh bukan Dok, dia majikan saya. Gimana keadaannya?”
“Maaf Bu, Pak, Muti mengalami hilang ingatan.”

Pembantu dan sopir Muti syok. Mereka langsung menghubungi orang tua Muti yang ada di Jerman karena Muti membutuhkan perhatian mereka.

***

Satu minggu kemudian Muti sudah bisa sekolah. Ingatan tentang masa remajanya hilang, cuma ingatan masa kecilnya yang masih melekat. Muti yang sebelumnya periang, sekarang menjadi pendiam.

2 tanggapan untuk “Amnesia karena Cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *