Mimpi dan Misteri | Part 1

Bulu ketiakku sedikit berdiri. Entah kenapa, mungkin karena aku kecapekan. Tapi yang jelas aku tadi bermimpi buruk. Aku bermimpi ada yang menitipkan pasir kepadaku. Orang itu berkata bahwa pasir harus kamu rawat seperti kau merawat sekotak emas dan berlian.

***

Ponselku berdering bersamaan dengan ayam berkokok. Hampir jatuh, jika aku tidak cepat-cepat mematikannya. Aku segera membersihkan diri dan melaksanakan kewajibanku sebagai umat beragama.

Hari ini sangat sejuk, atau lebih tepatnya terlalu dingin sehingga aku memakai baju berlapis tiga, biar hangat maksudnya. Ya mau gimana lagi, jaketku masih belum kering karena kemarin kehujanan dan tidak membawa jas hujan.

Hari ini aku sedikit bersantai karena tugas kuliahku sudah selesai semua. Hari ini kuliah juga libur, tapi yang jelas aku menyibukkan diri pada hari ini untuk menyelesaikan orderan jasa pengetikan di rumahku. Kan tidak enak kalau terlalu lama menumpuk di sini.

Cahaya matahari sudah sedikit menyengat masuk melalui jendela yang aku buka. Dan saat itu juga pekerjaanku yang telah aku lakukan dari pagi sudah selesai. Semoga saja cepat diambil oleh yang punya. Kan kalau begitu aku bisa cepat membayar bulanan di kos-kosan ini.

***

Ketika cahaya matahari sudah tidak menyengat lagi, aku beralih profesi, pergi ke taman. Eitss, bukan untuk kencan, tapi aku membantu berjualan es krim jika ada waktu luang seperti ini. Penghasilannya sih tidak banyak, tapi lumayan daripada aku hanya tidur di kamar dan tidak memperoleh uang sama sekali.

Rendi, orang yang mempunyai lapak es krim ini. Orangnya sangat baik, buktinya dia memperbolehkanku untuk bekerja dengannya. Tapi kali ini dia pulang terlebih dahulu dan menyuruhku untuk beres-beres jika es krimnya sudah habis nanti. Aku mengangguk. Menurutku itu bukan perintah, tapi amanah.

***

Ahh, hari yang cukup melelahkan. Aku baru bisa istirahat dengan tenang mulai dari pagi pada jam 8 malam. Tapi tidak apa-apa, hari ini rezekiku sudah lebih dari cukup sehingga aku dapat membayar bulanan kos-kosan tadi.

Ketika mataku sudah sangat berat dan pandanganku sudah mulai kabur, ada suara orang mengetuk pintu dan juga salam. Orang itu memanggilku dari luar, aku segera bangkit dan bergegas membuka pintu.

Ketika pintu terbuka, aku tidak melihat siapapun. Siapa yang memanggilku tadi? Apakah manusia, atau hantu? Entahlah. Yang jelas aku ketakutan. Tapi aku melihat sesuatu di samping sandalku yang aku taruh di luar. Sebuah kertas, atau lebih tepatnya surat yang tertuju untukku, aku tahu karena ada tulisan untuk David. Aku membacanya di tempat itu juga.

“Hai David,
Kamu lagi beruntung. Besok kamu akan mendapatkan sesuatu yang selama ini kamu impikan. Kalau tidak percaya tunggu sesuatu itu di tempat belajarmu besok.”

Aku bingung apa maksud surat itu, atau dari mana surat itu berasal. Entahlah. Aku langsung kembali ke ranjangku yang sedikit berantakan itu dan langsung berusah untuk memejamkan mata walaupun sangat berat meskipun aku sebelumnya sangat mengantuk.

Bersambung…

Satu tanggapan untuk “Mimpi dan Misteri | Part 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *