Mimpi dan Misteri | Part 2

Ponselku berdering kembali. Aku tidak tahan, suaranya seperti piring pecah. Oleh karena itu aku langsung bangkit untuk mematikannya dan langsung membersihkan diri.

Tubuhku sudah harum karena aku memakai sabun mahal yang iklannya ada di televisi itu. Wajahku juga sudah bersih mengkilat tanpa noda. Tapi sedikit kusut kembali karena aku ingat, bajuku banyak yang belum kucuci karena terlalu sibuk kemarin.

Ketika kewajibanku di pagi hari sudah selesai, aku bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Kampusku tidak jauh kok, jadi ya jalan kaki juga sampai. Jadi lumayan, penghematan juga.

Jam 7 pagi tepat, aku berangkat. Masuknya jam 8 sih, tapi entah kenapa aku ingin berangkat lebih pagi. Apa karena ada seseorang yang ingin aku temui? Oh tidak, kuliah aja belum lulus kok mikirin punya pasangan.

Tibalah aku di kampus. Sumpah, masih sangat sepi. Tapi ada seseorang di taman kampusku, entah siapa. Aku menghampirinya. Dia mungkin tukang kebun baru di sini. Aku bisa menebaknya dari pakaiannya yang sedikit kusut dan raut wajahnya yang sepertinya sudah terlalu berpengalaman menghadapi lika-liku kehidupan.

“Pak, lagi ngapain sendiri di sini?” tanyaku
“Gak ngapa-ngapain dek, lagi cari udara segar. Nama kamu David ya?” tanya orang itu dengan wajah datar
“Loh bapak kok tahu nama saya? Saya kan belum memperkenalkan diri” tanyaku sangat heran
“Tidak perlu, ayo cepat ikut aku.”

Bapak itu menyeretku kasar ke taman belakang kampus. Aku baru ingat, orang ini sangat mirip dengan orang yang ada di mimpiku. Tapi mau di bawa ke mana aku? Aku bingung, atau lebih tepatnya sangat ketakutan. Ya karena aku belum pernah mengenal orang ini.

Setelah sampai di taman, orang ini bercerita tentang suatu tempat yang aneh jauh di sana, alam mimpi. Entahlah, aku tidak menghiraukan ceritanya. Aku ingin pergi dari situ, tapi kakiku terasa kaku tidak bisa bergerak.

Keningku mengerut ke atas ketika orang itu berkata “Kaulah penerus di tempat itu. Kau adalah raja. Kau adalah David, orang yang diramalkan akan menjadi raja yang bergelar ‘The Good King of Dream’. Sekarang kau akan kubawa ke asalmu, dunia mimpi.”

Tubuhku terasa berputar hebat. Dan memang itulah terjadi. Setelah hampir satu menit, aku tiba suatu tempat. Tempat itu penuh dengan awan yang berwarna-warni. Dan aku melihat seseorang selain bapak yang mengantarku ke sini, Rendi. Ya aku tidak salah lihat, dia Rendi si penjual es krim.

Ketika aku ingin menghampirinya, kakiku berat lagi. Aku berusaha bangkit, tapi tidak bisa. Aku juga menjerit dengan sekeras-kerasnya. Dan guubraak, aku terjatuh dari tempat tidur, badanku sedikit terasa sakit. Apa? Ini semua ternyata mimpi.

Jam masih menunjukkan pukul 4 pagi. Aku melihat kalender di ponselku, masih hari berikutnya setelah aku menerima surat misterius itu. Ternyata semua ini hanya mimpi belaka.

3 tanggapan untuk “Mimpi dan Misteri | Part 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *