Sedikit Nyesek dan Baper

Senangnya hari ini bisa nyantai nonton TV sambil chattingan sama gebetan. Yeah, dia masih gebetan bukan pacar karena aku itu sulit banget untuk mengutarakan perasaan.

Sore nanti ada acara bukber nih. Seneng banget pastinya. Apalagi si gebetan juga ikut. Ditambah lagi bukber kali ini tidak perlu iuran karena konsumsinya sudah ditanggung sama Ayah temanku yang baik hati dan tidak sombong.

Yeah sampai lupa. Namaku panggilanku Bima. Sekarang sih mau masuk SMA. Dan seperti yang aku katakan tadi, nanti sore aku bukber sama teman-teman SMP-ku. Yeah, ini satu-satunya cara untuk kumpul lagi dengan beberapa sahabatku itu yang lebih tepatnya sudah aku anggap sebagai keluarga.

Pekerjaanku di siang ini sudah selesai. Ya setiap hari aku membantu ayahku mengelola kebun jeruk. Ya bisa dibilang aku anaknya juragan jeruk. Dan aku juga yang jadi pegawainya. Ngenes pokoknya.

Mandi dan nyetrika baju pun juga sudah selesai. Waktunya berangkat ke acara bukber nih. Eh.. Ternyata aku belum pakai baju. Untung aku masih di kamar jadinya suasananya masih tetap aman.

Tubuhku sudah wangi. Bajuku pun juga sudah rapi. Aku pun duduk di teras rumah. Ya aku nunggu temanku. Hitung-hitung hemat ongkos kendaraan. Dan temanku akhirnya datang juga. Namanya Ryan Irawan. Tetapi karena omongannya yang seperti orang tua, maka tak jarang dia dipanggil ‘Mbah Ryan’. Dan cus.. Aku berangkat dengan dibonceng sepeda motor bertuliskan MegaPro yang dari segi tampilannya sudah sangat kekinian.

‘Bruumm…brum..’ begitulah suara motor yang dikendarai Ryan ketika ada di jalan. Dan ketika motor itu lewat rumah pacarnya sekaligus teman sekelas kami yang bernama Prisna, suara motor pun juga agak sedikit lirih. Mungkin karena malu jika lewat rumah calon mertua.

“Bim.. Kamu lihat Salsa tadi sama David di rumah Prisna?”
“Hem.. Iya sih biarin”
“Cicuitt.. Cemburu nih ye..”
“Mbahmu cemburu. Sudahlah cepetan tarik gasnya biar cepet sampai di rumah makannya”

Yeah, aku tadi melihat David dengan Salsa -gebetanku- di rumahnya Dea -pacarnya Ryan-. Apa-apaain ini. Tapi aku juga harus sabar karena David mungkin cuma sekedar cari tumpangan karena Salsa juga melewati rumah David ketika berangkat tadi.

Akhirnya sampai juga di Resto Azkiya, Jember. Suasananya kental banget dengan nuansa bali. Bagus banget deh pokoknya. Tapi yang aku heran, teman-teman yang lain ke mana ya.

Beberapa menit kemudian beberapa temanku -David, Atul, Prisna, Salsa- datang. Untungnya David tidak berboncengan dengan Salsa, cuma dia saja yang menaiki motor gebetanku itu. Sebenarnya sih Salsa tepatnya orang yang aku cinta, bukan gebetan secara nyata. Tapi begitulah, aku juga merasakan cemburu.

Setelah semuanya kumpul di parkiran Resto Azkiya itu, semunaya pun masuk ke dalam. Ternyata bosnya sudah ada di dalam, Widi dan keluarganya. Hem, ini juga bisa sih buat narik perhatian ke teman lainnya bahwa aku juga punya sikap ramah kepada semua orang, hahaha.

Bukber kali ini sih cuma dihadiri oleh belasan teman-temanku saja. Ya kamu tahu lah, ngumpulin teman satu kelas untuk diajak bukber itu sulitnya minta ampun. Ya bisa diibaratkan seperti ngumpulin tujuh bola ‘Dragon Ball’. Yo know lah betapa sulitnya.

Namanya juga remaja kekinian. Kalau sudah ngumpul kayak gini pastinya tidak lupa dengan adat istiadat terbaru yaitu ‘selfie’. Sampai-sampai adzan maghrib berkumandang tidak kedengaran karena terkalahkan oleh suara kita yang sedang melakukan kegiatan mainstream ini.

Akhirnya mereka sadar kalau adzan sudah berkumandang. Lagi-lagi dan lagi-lagi David yang memimpin doa bukan puasa. Ya walaupun begitu sih dia temanku, teman sebangku malahan kalau di kelas. Jadinya ya aku juga harus bersifat biasa saja. Jangan sampai iri dengannya, apalagi cemburu. Walaupun sebenarnya ‘sedikit nyesek’ sih.

Buka puasa dengan menu ikan gurami yang lezatnya tak tertandingi sudah selesai. David mengingatkan kalau waktunya sholat. Ya dia di garis depan kalau mau melaksanakan sholat. Dan ditambah lagi dia yang jadi imam ketika kami para cowok kece badai sholat. Sedikit iri sih, hahaha.

Setelah semuanya sudah sholat, dilanjutkanlah kegiatan ‘selfie’ yang sempat tertunda. Tidak ada yang istimewa sih ketika ‘selfie’ kali ini. Eh, yang bikin hatiku sedikit nyesek ketika David berfoto dengan Salsa. This is kampret moment. Sekali lagi, aku berusaha menahan emosi dan bertingkah biasa saja.

Semua ritual bukber kali ini sudah selesai dan waktunya untuk berpamita. Aku berpamitan dengan ayahnya Widi yang telah mentraktir kami. Dan tak lupa ucapan terima kasih juga aku sematkan ketika berpamitan.

Di parkiran, David mengajakku mengobrol sebentar.
“Bim, maaf. Aku gak bermaksud buat kamu cemburu kok. Salsa itu cintanya cuma sama kamu. Aku cuma jadi teman curhatnya aja selama ini. Kamu jangan menyerah”
“Ah apaan vid. Aku gak cemburu kok. Kamu ini lebay, hahaha”
“Jangan bohong bim. Sekali lagi minta maaf ya. Oh iya aku pulangnya sama Salsa gak papa kan?”
“Iya gak papa. Tapi hati-hati ya. Jangan sampai lecet!”
“Ok siap bos!”

Ya begitulah David. Meskipun dia sempat membuatku cemburu, dia adalah teman yang sangat baik, bahkan paling jujur di antara teman lainnya. Jadi aku mempercayainya. Ya walaupun bukber kali ini ada sedikit rasa nyesek di hati kecilku ini.

Kami segera pulang semua ke rumah masing-masing. Aku juga masih menumpang di kendaraan paling kekinian milik temanku, Ryan. Dan setelah beberapa menit, aku sudah sampai di rumah. Aku berterimakasih kepada Ryan karena sudah mau memboncengku.

Aku mengecek hpku yang sempat berdering ketika di jalan. Dan aku merasa ke-baper-an setelah membaca pesan singkat dari Salsa yang berisi :

“Bim.. Kamu jangan cemburu ya. David itu cuma sahabatku kok. Aku tidak menyimpan perasaan cinta dengannya. Tetapi kamu tahu lah, aku itu suka sama siapa sekarang. David itu tidak pernah berbohong, apalagi sama kamu.

To be continued

2 tanggapan untuk “Sedikit Nyesek dan Baper

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *