Aku dan Masjid

​Aku dan Masjid
Oleh David Aji

Dari jauh kau tampak indah dan gagah
Kubah kecilmu layaknya emas berhias permata
Pintu kayumu penuh ukiran asmaul husna
Tetapi kenapa kau jarang dibanjiri manusia

Aku buka pintu kayumu yang penuh ukiran
Tubuhku terguncang karena merasakan ketenangan
Namun kenapa banyak manusia merasa enggan
Apakah mereka manusia berhati syaitan

Aku buka tas kecilku yang sedikit berdebu
Ku ambil kitab suci yang bisa menentramkan kalbu

Kulantunkan ayat di kitab itu satu-persatu
Walaupun aku tahu, suaraku tidaklah merdu

Sepertinya bibirku sudah sedikit kaku
Mungkin lantunanku terlalu menggebu-gebu
Atau mungkin hati ini sudah sedikit layu
Karena suasana masjid yang tidak seramai dulu

Kutinggalkan masjid itu untuk sementara
Di saat itu pula hati ini mulai bertanya
Mengapa hanya aku yang sempat meramaikannya
Lalu ke mana manusia yang katanya sudah mulia

3 tanggapan untuk “Aku dan Masjid

  1. Sekarang manusianya pada sibuk ngurusin dunia, sholat 5 waktu aja hadeuhh… Ampun dah, semoga kita tdk menjadi budak teknologi sehingga melupakan hari kemudian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *